Kamis, 18 Juni 2020

Cara Penulisan Kata Depan Dan Kata Ganti Sesuai Eyd Yang Baik Dan Benar Dan Misalnya

Dalam banyak sekali kepenulisan seperti karya ilmiah maupun formal, penulisan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) yang benar sungguh penting. Salah satunya wacana penulisan kata depan dan kata ganti dalam sebuah kalimat. Berikut penjelasan tentang kaidah penulisan kata depan dan kata ganti sesuai EYD yang benar. Kata Depan 1. Kaidah penulisan  kata depan “di”, “ke” dan “dari” ditulis secara terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali jikalau kata tersebut tidak berperan selaku kata depan seperti daripada, kepada, kemarin. Contoh : Bermalam saja di sini, kamu tak cukup sehat untuk pulang malam ini. Hari sudah semakin gelap, kapan Kamu akan berangkat ke Gilimanuk? Aku tahu kamu murka kepadaku, namun kamu tetap harus berada di rumah. Kalau kau tidak mau saya berdiam diri saja, maka jangan menghalangiku ke tempat tinggal nenek. Para karyawan dalam bus itu sungguh berharap akan sampai di rumah sebelum malam menjelang. Saudara perempuanku itu gres saja tiba dari Surabaya kemarin. Saat-ketika mirip ini saya tidak ingin memiliki barang mahal yang terbuat dari plastik. Untuk mendapatkan berbagai ilmu, kakak pertama berkelana ke tengah hutan belantara menuju sekolah tinggi tersembunyi. Anak-anak yang berlibur ke daerah nenek pasti diingatkan agar tidak bermain ke hutan larangan. Kami yang ialah penduduk tempat sini pun tidak pernah ke taman rekreasi teladas tersebut. Setelah aku menaiki puncak bukit komodo itu, aku bisa melihat di kejauhan indahnya pulau komodo. Koper-koper yang kami bawa, seharusnya kita letakan di bagasi saja. Berhari-hari kami telah mencari barang langka itu tetapi tak kunjung bertemu, namun pada kesannya barang itu ada di toko kuno simpang rumah kami. Pembuatan film filosofi kopi berada di Yogyakarta dan beberapa kota lainnya. Beberapa hari yang kemudian, saya melihatnya telah kembali dari lembaga pemasyarakatan. 2. Untuk kata depan “di”, ” ke” dan “dari”, bila bertemu dengan kata yang bukan menyatakan kawasan maka penulisan yang benar ialah digabung. Contoh : Ketika kami mempunyai beberapa persoalan di kawasan proyek, kami selalu mengadu kepadanya. Aku sangat senang dikala mendengar kamu tak jadi keluar kampus yang selama ini kamu idam-idamkan. Kepada langit, kepada ombak, saya sampaikan titipkan rinduku untuk Alina. Ia hanya mengucapkan keinginannya dalam kata-kata tetapin tidak diwujudkan dengan perbuatan. Agar laporanmu mampu diperiksa, bawakan kesini semua bukti-bukti yang ada. Ada banyak cerita yang orang lain tidak tahu, namun ketika datang saatnya seluruhnya akan dibeberkan. Untuk mengembangkan rasa akidah kepada perusahaan, kami senantiasa menentukan pelanggan mendapatkan haknya. Aku masih ingin tau dengan apa yang kau lukiskan kemarin, kalau kau membolehkan besok, bawalah lukisan itu kemari. Untuk memajukan pelayanan terhadap konsumen, perusahaan kami berusaha keluar kota demi mencari barang yang berkualitas baik. Jangan beri aku cita-cita imitasi, kalau kamu tak bisa memperlihatkan barang itu kepadaku sore ini. Ketika tepung diaduk dan diberikan penyedap, campuran tersebut lalu diolah dan dibuat sesuai pesanan. Bergerak kesana kemari membuat kami letih dan jadinya membuat kami tidak sempat berdiskusi. Di Indonesia, kota Ambon tak kalah manis dibandingkan dengan kota Denpasar, dan pada malam hari kota Makasar tak kalah indah lampunya daripada kota Surabaya. Barang-barang tak terpakai itu semestinya kita jual ke pengepul saja, daripada menjadi sampah di gudang rumah. Daripada sepanjang hari kamu menggerutu, lebih baik kamu menolong orang tuamu di sawah. 3. Penulisan kata “di”  selaku imbuhan ditulis serangkai dengan  kata yang mengikutinya dan dirangkaikan dengan tanda hubung “-”. Penyambungan ini dijalankan ketika dihubungkan dengan kependekan atau abreviasi kata yang bukan dari bahasa Indonesia. Contoh : Anton tampaklesu final-selesai ini, ia lebih sering duduk bengong di warung bersahabat pos ronda, ternyata beliau gres di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. Untuk memberikan hasil yang maksimal dalam mengerjakan goresan pena ini, sebaiknya metode pada komputermu di-upgrade dengan versi modern. Karena beberapa kali tersangkut dalam perkelahian antar pelajar dan acap kali membolos, jadinya anak itu di-DO dari sekolah. Berkali-kali saya meneleponnya, namun panggilanku senantiasa di-reject olehnya. 4. Penulisan kata depan “di” bila menunjukan sebuah kalimat pasif, maka penulisannya digabungkan dengan kata kerjanya. Contoh : Semua masakan di atas meja itu habis dikonsumsi kucing. Pekarangan rumah telah higienis disapu oleh Ibu. Pakaian-pakaian itu telah rapi disetrika oleh kakak. Mobil Ayah yang rusak itu sedang diperbaiki oleh montir. Anak-anak itu lari tunggang langgang diburuanjing liar. Kata Ganti 1. Penulisan Kata Ganti “ku”, “kamu”, “mu”, dan “nya”, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contoh : Jika nanti sore, kamu menerima paket, tolong diterima alasannya itu ialah paket yang diantarkan kakak untukku. Ternyata, penyebab kebocoran itu, alasannya adalah tersumbatnya akses air yang berakibat kepada meluapnya air kedalam rumahnya. Sudah beberapa hari ia tidak masuk sekolah. Lalu kapan kita akan pergi menjenguknya ? Semua buku-buku yang ada diruangan ini yakni bukuku, bukumu, buku kita semua. Bisakah kauantarkan barang-barang ini ke tempat tinggal Ibu Novi ? Bukan cuma uangku dan uangmu, semua orang dalam ruangan ini kehilangan uangnya. 2. Untuk kata ganti yang dihubungkan dengan kependekan atau kata dari bahasa ajaib maka penulisannya dirangkaikan kata penghubung “-”. Contoh: Untuk mampu masuk ke dalam kampus itu, di pintu gerbang petugas akan meminta KTM-mu dan barulah kau dipersilahkan masuk. Pak polisi memberhentikanku diperempatan lampu merah itu dan kemudian meminta aku menawarkan SIM-ku. Sudah beberapa kali beliau didenda oleh petugas penjaga pemukiman itu, alasannya adalah KTP-nya ketinggalan di kantor. Dari sejak pagi tadi beliau sibuk mencari kartu ATM-nya yang entah terselip dimana. 3. Khusus kata ganti “nya” yang menyatakan Tuhan, maka penulisannya harus menggunakan tanda hubung (-). Contoh : Hanya kepada-Nya, hendaknya semua insan berserah diri. Setiap insan di hadapan-Nya sama, yang membedakan kita hanyalah pahala dan dosa. Sudah sepatutnya kita bersyukur atas semua anugerah dan rahmat-Nya. Demikianlah ulasan perihal kaidah penulisan kata depan dan kata ganti sesuai EYD yang dapat memperkaya pengertian pembaca dalam Bahasa Indonesia, supaya berguna, terimakasih!
Sumber https://e-the-l.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)