Jumat, 14 Februari 2020

Pengertian Dan Ciri-Ciri Kalimat S, P, O, K

Unsur-komponen kalimat dalam bahasa Indonesia yang paling diketahui di masyarakat awam yakni subjek, predikat, objek, dan informasi. Keempat unsur ini biasa dikenal dengan istilah S, P, O, K. Keempatnya juga mempunyai fungsi dan ciri khasnya masing-masing. Pada postingan kali ini, kita akan mengenali seperti apa ciri-ciri dari keempat bagian tersebut, yang dimana keempatnya juga ialah unsur-unsur dari sebuah kalimat tunggal. Adapun ciri-ciri S, P, O, K, dalam kalimat bahasa Indonesia yang dilansir dari laman id.wikibooks.org yaitu selaku berikut! Ciri-Ciri Subjek (S) Menurut laman kbbi.web.id, subjek diartikan sebagai pokok kalimat, di mana pokok atau inti dalam suau kalimat. Dalam kalimat aktif, subjek umumnya berperan sebagai pelaku. Adapun ciri-ciri dari subjek sendiri yaitu: Mampu menjawab fungsi kata tanya apa atau siapa. Dapat didahului kata bahwa. Berupa jenis-jenis kata benda atau bisa juga berbentukfrasa benda (contoh frasa nomina). Meski begitu, subjek juga kadang mampu berupa jenis-jenis kata sifat. Dapat dilengkapi dengan kata ini atau itu yang diletakkan sehabis subjek. Dapat ditambah dengan kata yang. Jika subjek berbentukkata sifat, maka subjek tersebut mampu ditambah dengan kata si atau sang. Tidak dapat didahului preposisi atau kata depan di, dalam, pada, terhadap, bagi, untuk, dari, berdasarkan, berdasarkan, atau preposisi yang lain. Tidak mampu disisipi kata ingkaran tidak, namun bisa didisipi dengan kata ingkaran bukan. Ciri-Ciri Predikat (P) Predikat merupakan unsur yang letaknya ada di sebelah subjek. Predikat berfungsi selaku unsur yang menjelaskan tindakan yang dilakukan subjek terhadap objek, atau mampu juga selaku bagian yang menerangkan apa yang sedang dialami subjek. Adapun ciri-ciri bagian ini yaitu: Mampu menjawab kata tanya bagaimana atau mengapa. Dapat diselipkan kata ingkaran tidak atau bukan. Dapat diawali dengan kata informasi aspek akan, sedang, telah, hampir, atau senantiasa. Dapat juga diawali dengan kata informasi modalitas semestinya, semestinya, seyogyanya, sepatutnya, atau mesti/semestinya. Tidak mampu didahului oleh kata yang. Jika didahului oleh kata yang, maka predikat akan mengalami pergeseran fungsi, ialah selaku ekspansi dari bagian subjek. Dapat didahului oleh kata yaitu, ialah, atau adalah. Predikat dapat berbentukkata benda, jenis-jenis kata kerja, kata sifat, atau jenis-jenis kata bilangan. Ciri-Ciri Objek (O) Objek merupakan unsur kalimat yang letaknya ada setelah predikat. Namun, dalam acuan kalimat pasif, objek justru ditaruh di permulaan kalimat atau sebelum predikat. Objek sendiri mampu dipakai atau tidak digunakan sama sekali tergantung dari jenis-jenis kalimat yang mau ditulis. Misalnya, kalau kalimat yang ditulis yaitu kalimat aktif transitif, maka komponen objek pastinya mampu dipakai. Sebaliknya, bila kalimat yang ditulis yakni kalimat aktif intransitif atau acuan kalimat aktif semitransitif, maka komponen objek tidak mampu dipakai sama sekali. Sama mirip subjek dan predikat, objek pun juga mempunyai sejumlah ciri, adalah: Berupa kata benda. Tidak mampu diselipkan jenis-jenis kata depan. Mampu menjawab kata tanya apa atau siapa seperti halnya bagian subjek. Letaknya berada setelah predikat, jikalau kalimatnya kalimat aktif. Namun, jika kalimat aktifnya diubah menjadi kalimat pasif, maka objek pun letaknya akan berpindah ke permulaan kalimat atau sebelum predikat. Ciri-Ciri Keterangan (K) seperti halnya objek, informasi juga ialah komponen yang mampu dipakai atau tidak dipakai sama sekali tergantung jenis kalimat apa yang digunakan atau ditulis. Adapun ciri-ciri dari salah satu unsur kalimat ini yaitu: Bukan ialah komponen utama kalimat. Namun, adanya keterangan akan membuat pesan yang disampaikan secara kalimat menjadi lebih jelas dan rinci. Bisa ditaruh di awal, di tengah, atau di tamat suatu kalimat. Terdiri dari beberapa jenis, di mana jenis-jenis kata informasi tersebut yakni: informasi waktu, daerah, cara, alat, tujuan, sebab, akibat, derajat, perbandingan, pelaku, syarat, pembatasan, dan aspek. Demikianlah pembahasan tentang ciri-ciri S, P, O, K dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah referensi seputar kalimat, pembaca mampu membuka postingan ciri-ciri kalimat dalam bahasa Indonesia, atau bisa juga membuka postingan contoh kalimat dasar beserta misalnya. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
Sumber https://e-the-l.blogspot.com


EmoticonEmoticon