Jumat, 05 Juni 2020

Pemahaman Kalimat Analogi Dan Teladan Kalimatnya

Salah satu di antara jenis-jenis kalimat ialah kalimat analogi. Kalimat ini ialah kalimat yang berisi ungkapan sebuah hal dengan hal yang yang lain. Biasanya, kalimat ini memakai beberapa kata tertentu di dalamnya, mirip: bagaikan, mirip, laksana, dan kata-kata lain yang sejenis. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui mirip apa beberapa teladan dari kalimat ini. Adapun beberapa pola tersebut yakni selaku berikut ini! Contoh Kalimat Analogi dalam Bahasa Indonesia Hidupku tanpa cintamu bagaikan langit tanpa sinar mentari. Hariku tanpa senyummu bagaikan langit tanpa hujan. Wajahmu begitu cantuk seperti bunga teratai yang gres mekar. Bersamamu, hariku menjadi lebih indah seperti indahnya taman kota itu. Mukanya begitu pucat seperti orang yang panik. Dia menyantap masakan itu begitu lahap seperti orang yang tidak pernah makan selama berhari-hari. Wajahnya begitu cantik laksana dewi yang turun dari kahyangan. Gadis itu tengah termenung seperti setangkai bunga yang tengah layu. Dia masih saja menunggui pria itu, laiknya seorang ibu yang menanti kepulangan anaknya dari tanah perantauan. Dari ketinggian bukit, aku mampu menyaksikan gemerlap lampu kota yang diumpamakan mirip gemerlapnya bintang-bintang di langit. Bicaranya begitu cepat bagaikan seekor harimau yang berlari dengan kencang. Wajahnya begitu sangar persis mirip seekor serigala yang akan menghardik mangsanya. Ketika melihat parasnya, aku merasa seperti mendapatkan kebahagiaan yang aku cari selama ini. Permusuhan keduanya bagaikan perseteruan antara anjing dan juga kucing. Aroma di ruangan itu persis seperti aroma rumput yang gres saja diiris. Tubuhnya begitu besar laksana seekor anak gajah. Wajahnya begitu kemerahan laksana semburat jingga di langit masa waktu senja tiba. Tubuhnya ambruk ke atas tanah laiknya sehelai daun yang lepas dari tangkainya dan jatuh ke atas tanah. Senyumnya begitu menghangatkan hati laksana sinar mentari di waktu pagi hari. Semangatnya begitu membara seperti terik sinar mentari di siang hari. Ruangan itu begitu sepi laiknya pemakaman di waktu malam hari. Dari loteng rumah ini, aku mampu melihat orang-orang berlalu lalang bagaikan semut-semut yang berjalan. Tubuhnya begitu lentur seperti karet. Suaranya begitu lantang seperti auman seekor singa. Kata-katanya begitu tajam bagaikan sebilah pisau yang menghujam tubuhku. Tubuhnya begitu kurus bagaikan sebatang lidi. Jarak antara rumah dan sekolahnya begitu jauh laksana jarak dari Garut ke Bandung. Kata-katanya begitu menyejukkan mirip udara di pedesaan. Pemain bola itu sukses melewati para pemain lawan dengan mudah, seakan-akan pemain lawan hanyalah patung di matanya. Suasana di ruang kelasku begitu ramai, seramai situasi di pasar tradisional. Di dekatnya, bicaraku menjadi terbata-bata, persis mirip anak kecil yang gres belajar membaca. Tubuhnya begitu pendek sependek pohon bonsai. Rumahnya begitu besar seperti sebuah istana. Demikianlah beberapa acuan kalimat analogi dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu memperbesar pengetahuan baru bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat analogi khususnya, maupun materi pembelajaran bahasa Indonesia kebanyakan. Mohon dimaafkan jikalau terdapat beberapa kekeliruan di dalam artikel kali ini. Sekian dan terima kasih. Jika pembaca ingin memperbesar tumpuan soal kalimat, maka pembaca mampu membuka beberapa artikel berikut, adalah: acuan kalimat singkatan, contoh jenis-jenis kalimat pengandaian, acuan kalimat pernyataan dan pertanyaan, acuan kalimat pernyataan dan pengandaian, contoh kalimat pasif dalam bahasa Indonesia, dan pola kalimat deklaratif negatif.
Sumber https://e-the-l.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)