Minggu, 01 November 2020

Teladan Tajuk Planning Di Koran Modern

Tajuk rencana ialah salah satu diantara jenis-jenis karangan semi ilmiah, selain esai, resensi, dan juga opini. Tajuk planning sendiri didefiniskan selaku persepsi atau opini suatu media terhadap gosip yang berkembang di penduduk . Tajuk rencana bisa kita dapatkan di mana saja, tergolong di media cetak koran. Pada postingan kali ini, kita akan mengetahui mirip apa pola suatu tajuk rencana yang ada di media cetak koran. Adapun teladan tersebut ialah sebagai berikut ini! Korupsi Masih “Berjaya”* Kita kembali dikejutkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) simpulan pekan lalu. Komisi antirasuah itu menangkap Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), DKI Jakarta, Muhammad Sanusi dari Partai Gerindra yang disangka menerima suap sebesar Rp. 2,14 miliar dalam dua tahap dari PT Agung Podomoro Land. Penangkapan itu terkait dengan pembahasan aturan reklamasi pesisir dan pulau-pulau kecil di Jakarta Utara. Selain Sanusi, KPK juga menangkap Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja dan seorang karyawannya, Trinanda Prihantoro. KPK juga menangkal chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma yang hendak bepergian ke luar negeri. Sebelumnya, KPK menangkap dua pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Brantas Abipraya (Persero) serta seorang dari pihak swasta di suatu hotel di bilangan Cawang, Jakarta Timur. Ketiga orang tersebut antara yaitu: Sudi Wantoko (Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya), Dandung Pamularno (Manajer Senior PT Brantas Abipraya), dan Marudut (pihak swasta). Dari ketiganya, KPK berhasil menguras uang 148,835 dolar AS. Penangkapan itu terkait dengan upaya penghentian penyidikan perkara korupsi PT Brantas Abipraya di Kejaksaan Tinggi Jakarta. Dua orang jaksa, adalah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejatia) DKI Jakarta, Sudung Situmorang dan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta Tomo Sitepu juga ikut diperiksa sebab didua ada kaitan dengan kasus tersebut. Kembali ditangkapnya anggota legislatif, pejabat negara dari BUMN, dan pebisnis atau swasta oleh KPK memperlihatkan bahwa reformasi yang bermaksud mengubah tata cara korup sekarang justru dikuasai oleh pihak-pihak yang menguasai metode strategis. mirip pada penangkapan-penangkapan sebelumnya, hal itu hampir selalu diwarnai oleh kekagetan orang-orang dan keluarga dekat pelaku. Namun faktanya, ini sungguh terjadi dan terjadi lagi. Betapa tidak, seorang bertingkah baik dan senantiasa mengumandangkan perang terhadap korupsi, ternyata ikut tergelincir ke kubangan tindakan tidak terpuji ini. Jika ditelusuri, kondisi ini antara lain disebabkan oleh kian ringannya vonis untuk koruptor. Jika pada tahun 2013 rata-rata lama vonis penjara terpidana korupsi adalah 2 tahun 11 bulan, maka pada tahun 2015 menjadi 2 tahun 2 bulan. Pada saat yang serupa, kian terkikisnya budaya aib menciptakan masyarakat permisif dan bahkan condong mudah melupakan pelaku koruptor…. Demikianlah pola tajuk planning di koran dalam bahasa Indonesia. Semoga berguna dan bisa memperbesar wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu perihal tajuk planning terutama, maupun materi pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Jika pembaca ingin menambah rujukan soal tajuk planning dan karya semi ilmiah, maka pembaca mampu membuka beberapa artikel berikut, yaitu: teladan tajuk rencana singkat, contoh resensi buku novel, teladan resensi buku cerpen, cara menulis resensi film, contoh resensi buku pelajaran, serta artikel jenis-jenis esai. Sekian dan juga terima kasih. *Dikutip dari koran Pikiran Rakyat edisi Rabu, 6 April 2016 (dengan sedikit pergantian).
Sumber https://e-the-l.blogspot.com


EmoticonEmoticon