Sabtu, 04 Juli 2020

Kumpulan Teladan Puisi 3 Bait Tentang Ibu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puisi merupakan ragam sastra yang etrikat oleh matra, rima, irama, serta penyusunan bait dan larik. Selain itu, puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat, sehingga mempertajam kesadarankesadaran orang akan pengalaman dan menghidupkan jawaban khusus melalui penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Puisi mampu berisi ihwal apa saja, termasuk perumpamaan cinta kasih kepada Ibu tercinta. Di bawah ini terdapat beberapa pola puisi yang bertemakan tentang Ibu dan ditulis sebanyak 3 bait perpuisinya. Adapun beberapa contoh puisi 3 baik ihwal Ibu dalam bahasa Indonesia ialah sebagai berikut. Contoh 1: Sajak Kepada Ibu Sembilan bulan ku di dalam rahimmu yang kata orang sangatlah gelap bagaikan terowongan panjang ak berlampu Atau bagai gua tak tersentuh cahaya surya. Ibu, kamu memang tidak pernah menempuh jarak ribuan kilo seperti halnya Sang Ibu yang disenandungkan dalam lagi Iwan Fals. Kau hanyalah Ibu rumah tangga biasa, yang bersemayam usang di dalam rumah, merajut kasih, sayang dan doa kepada anakmu yang membandel dan sulit dikontrol ini. Ah, Ibu, sungguh payahnya diriku ini! Berpuluh-puluh puisi sudah kutulis untuk para kekasih, sementara padamu, saya tak pernah menulis sebait pun puisi. Bahkan, menulis puisi ini pun aku seperti anak kecil yang baru berguru tulis menulis. Ibu, saya akhiri saja sajak banalku ini. Rasanya, saya tak sanggup lagi menulis bait-bait berikutnya. Biarlah, bait-bait yang lain saya simpan dalam hati dan menjelma jadi doa dan harapanku untukmu. Contoh 2: Tempat Aku Pulang Kau tak perlu menempuh ribuan kilo, Ibu, cukuplah aku yang mau melakukan itu. Kau tak perlu menempuh ribuan kilo, Ibu, alasannya engkau ialah daerah kepulanganku. Tunggulah di sana, Ibu, di rumah kita, kawasan di mana kita berbaring, tertawa, bahkan beradu ekspresi satu sama lain. Tunggulah di sana, Ibu, tunggulah saja. Rajutlah harap dan doamu untukku hingga diriku pulang menjinjing sekantung rindu dan cinta. Moga-moga saya tak jadi Malin Kundang ya, Bu. Contoh 3: Sajak Seorang Anak Rantau Untuk Ibunya yang Ada di Kampung halaman Kau tahu apa yang kurindukan darimu? Tentu saja masakanmu yang lezatnya tidak bisa aku umpamakan dengan macam-macam majas yang ada. Kau tahu hal yang lain yang kurindukan darimu? Tentu saja omelanmu kepadaku, jikalau aku main-main dikala mengaji, atau menyalakan petasan ketika salat tarawih berjalan Ah, rasanya saya ingin sekali melipat jarak yang membentang luas diantara kita. Tapi, saya sadari mungkin ini bukan saatnya. Mungkin, ketika sebelum gema takbir berkumandang. aku baru mampu melipat jarakku denganmu, sehingga kita mampu bersua kembali seperti semula. Semoga saja sempat, ya, Ma. Demikianlah beberapa pola puisi 3 bait wacana Ibu dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menyaksikan beberapa contoh puisi atau ingin membaca acuan seputar puisi, pembaca mampu membuka artikel contoh puisi singkat, jenis-jenis puisi, jenis-jenis puisi lama, jenis-jenis puisi baru, jenis-jenis puisi kekinian, macam-mcam puisi gres menurut bentuknya, macam-macam puisi gres berdasarkan isinya, teladan puisi usang seloka, pola puisi usang syair, teladan puisi usang mantra, pola puisi kontemporer mbeling, dan contoh puisi kontemporer tipografi. Semoga berguna dan mampu memperbesar pengetahuan bagi para pembaca sekalian. Sekian dan terima kasih.
Sumber https://e-the-l.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)